M U K A D D I M A H

M U K A D D I M A H : Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, dan meminta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan diri kami serta keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak ada yang dapat menyesatkannya. Dan Barang siapa yang Dia sesatkan , maka tak seorangpun yang mampu memberinya petunjuk.Aku bersaksi bahwa tidak ada Rabb yang berhak diibadahi melainkan Allah semata, yang tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan utusannya.

Selasa, 02 Agustus 2011

Romadhan Telah Datang



K a r y a : Musni Japrie


Telah datang romadhan
Bulan yang penuh dengan ampunan
Bulan dengan berbagai kebaikan
Romadan yang penuh kebaroqahan
Romadhan bulan yang banyak menjanjikan
Bulan yang di dalamnya terdapat malam lebih baik dari seribu bulan
Romadhan terpilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an
Kalamullah pembimbing manusia kejalan Tuhan
Romadhan bulan bagi kaum beriman
Menahan lapar dan dahaga seharian
Romadhan menjanjikan berlipat pahala dan ganjaran
Bagi mereka yang melaksanakan ibadah karena iman
Mereka yang berpuasa melawan godaan
Romadhan bulan kesetiakawanan
Bulan bagi para dermawan
Membagi rezeki bagi kaum duafa yang kekurangan
Bulan untuk berlomba-lomba membangun kebajikan
Bulan untuk berlomba-lomba meninggalkan godaan syaitan
Wahai para kerabat seiman
Bersegaralah merebut kemenangan
Tinggalkan segala bentuk kemaksiatan
Sejak fajar hingga senja saat berkumandang azan.

Jalan Jakarta BB-12, 3 Romadhan 1432 H

Senin, 01 Agustus 2011

Keindahan Yang Paling Sempurna


O l e h : Musni Japrie

Nun Diufuk senja matahari perlahan mulai akan berlabuh dihariban malam
Cahaya kuning perlahan disapu warna kemerahan Menjadikan langit semakin temaram
Cahaya matahari senja memendarkan sinar dimuka laut
Menjadikan warna keemasan terhampar luas ditepI samudera
Burung camar meriah kembali kesarang
Bahtera nelayan melaju dihembus angin daratan
Sambil bercanda dengan riak gelombang mengais rezeki dari laut
Sungguh suatu pemandangan yang sangat dahsyat indahnya
Gambaran keindahan yang dinikmaaati dengan mata hati dan penghayatan
Dibalik semua itu terbetik tanya ?
Jadikah semuanya dengan sendiri
Tidak………Keindahan temaram merona dan lembayung senja yang mempesona sengaja diciptakan
Penata panggung sebagai pentas alam untuk direguk keindahannya adalah :
“ Dia Yang Maha Indah Dari Segala Keindahan Yang Paling Sempurna “
Subhanallahu……. tidak ada satupun ciptaan manapun yang menyamai ciptaan-Nya.

Tepian Mahakam , B a’da ashar 15 Sya’ban 1432 Hijriyah

MAHA INDAH DARI SEGALA YANG INDAH




O l e h : Musni Japrie al-Pasery

Untuk ikhwan dan akhwat se- aqidah

Kemuning senja kemerahan di seantero ufuk barat semakin memudar
Sang surya yang memendarkan lembayung di langit perlahan beralih keperaduan
Burung-burung pada kembali ke sarang
Perlahan namun pasti remang-remang menghapuskan petang
Malam pun menjelang
Nun jauh di ujung tepi laut dunia menyembul senyum rembulan purnama
Laut membiru memantulkan permainan cahaya keemasan
Menjadikan awal malam begitu indah dan menawan
Serangga malam mulai bernyanyi dalam paduan simfoni yang menggairahkan
Paduan warna warni keindahan malam purnama dan getaran suara nyanyian serangga tak henti
Bagaikan rangkaian harmoni alam yang tak akan pernah pudar
Purnama meniti langit dan merangkak kelajuardi menyiramkan kemilau malam yang semakin memukau
Dedaunan keperakan ditimpa rembulan
Desir angin lembut membisikkan nyanyian malam
Subhanallah…………, Masyaallah……………..
Keindahan yang tidak dapat dilukiskan diatas kanvas maupun dengan kata.
Adakah yang dapat setara membuat keindahan alam dan malam yang sangat mempesona ini
Adakah yang dapat meniru komposisi keindahan alam dan malam yang sangat memikat ini
Jagat raya seisinya betasybih memuji sang Maha Pencipta
Namun anak-anak zaman banyak yang lupa dan tidak sanggup memendam rasa dan rindu atas karunia indahnya malam ciptaan-Nya
Banyak anak-anak zaman tidak sanggup melantunkan pujian sebagaimana alam memuji-Nya
Maha indah dari segala yang paling indah
Maha Sempurna dari segala kesempurnaan
Dia-lah yang merangkai pernik-pernik indahnya purnama dalam satu nada untaian ciptaann yang sangat harmonis.

Jalan Jakarta medio Juli 2011/16 Sya’ban 1432 H.

KUSAMBUT ENGKAU KEKASIH

Karya : Musni Japrie

Berselimutkan dinginnya malam
Hanyut dalam mimpi tanpa makna
Godaan kehangatan ranjang cinta
Namun gelitik Engkau Kekasih
Membangkitkan gairah ‘tuk meninggalkan
Kemesraan bersama nikmatnya malam
Kami basuh jiwa dengan air mensucikan
Dihamparan bumi-Mu kami menundukkan diri
Dihamparan sajadah kami b ersujud
Kami sambut Engkau yang Maha Terkasih
Datangnya Engkau kelangit dunia
Disaksikan gelapnya malam
Bercahyakan cemerlangnya kemilau bintang gemintang
Di sepertiga ujung malam menyaksikan anak manusia
Yang menghambakan diri dan menengadahkan pinta

Engkau janjikan ampunan bagi yang meminta
Engkau berikan pertolongan bagi yang memohon
Ya Rabbana ………. Tolongkan kami hamba-hamba-Mu
Untuk selalu mengingat-Mu
Ya Rabbana ………..Bantulah kami para hamba-Mu
Untuk selalu bersyukur kepada-Mu
Ya Rabbana ……….Bantulah kami hamba-hamba-Mu
Untuk selalu melakukan sebaik-baiknya Ibadah

Ditingkahi nyanyian serangga malam yang melagukan tasybih
Semilirnya angin membasuh lembah kehidupan
Kami pasrah dan b erserah diri hanya kepada Engkau
Engkaulah sebaik-baik wakil
Dalam ketundukan dan ketakutan kami bertahajud kepada Engkau
Kami bisikan kata; ya …. Rabb kami
Jangan jadikan kami lalai dari Engkau
Jangan biarkan kami menyesatkan diri jauh dari jalan-Mu
Jangan biarkan kami menjauh dari ridha-Mu
Engkaulah sebaik-baiknya pemberi kemaslahatan
Engkaulah sebaik-baiknya pemberi pertolongan
Ya ……Rabb kami diujung sepertiga malam
Ketika bulan,bintang,gunung,gelombang laut dan desiran air
Anggukan dedaunan tidak ketinggalan
Menggemakan tasybih memuji-Mu
Kami pun anak manusia membisikkan kata pujian yang sama
Karena hanya Engkaulah yang patut dan berhak memperoleh pujian

Ya … Rabb kami yang Maha Segalanya
Engkaulah Rabb kami yang Maha Besar
Kami anak manusia hanyalah debu-debu tak bernilai
ditengah samudera jagat raya tanpa batas

Dikeheningan dan dinginnya malam
Ditengah-tengah sebagian anak manusia yang lalai asyik bercanda dengan mimpi-mimpi kosong yang melalaikan
Kami bertahajud dihamparan sajadah bermunajad
Kami takut akan pedih dan kerasnya siksa akhirat
Kami merindukan menatap wajah-Mu di surga firdaus

HAMPARAN NIKMAT

K a r y a : Musni Japrie

Ya Rabb ………………
Engkau payungi kami dengan langit-Mu
Engkau jadikan bumi tempat kami berpijak
Engkau selimuti kami dengan malam yang bertaburkan bintang
Engkau hamparkan persada kehijauan sumber bagi segala hajat
Engkau taburkan dari langitmu gerimis menghidupkan tanah gersang
Engkau buatkan kolam dalam bagi mahluk air berenang
Engkau hamparkan laut dan samudera luas untuk bahtera melaju
Engkau lapangkan rezeki bagi segenap kami, binatang ternak dan hewan dilapangan hijau, burung-burung yang terbang dan kupu-kupu yang bercanda dengan bunga-bungaan diantara rerumputan hijau
Engkau lengkapi dunia kami dengan hiasan pernik kemilau dan kemegahan nan memikat
Engkau cukupkan kebutuhan dan Engkau lapangkan rezeki kami
Ya Rabb …………
Engkau jadikan siang kami sebagai ladang
Engkau jadikan malam kami sebagai pelipur lara
Engkau jadikan ranjang malam untuk kami berpasangan
menghirup gelinjang gairah
Engkau berikan kami turunan nan mungil penyejuk mata dan hati
Ya Rabb……………
Engkau hamparkan kepada kami tak terhitung nikmat-Mu
Engkau berikan pula kelengkapan nikmat tak ternilai kepada kami dengan iman kepada keesaan-Mu.
Ya Rabb kami, Engkaulah Maha Segalanya.
Ya Rabb kami, Engkaulah yang menghamparkan segala nikmat
Ya Rabb kami, Engkaulah tempat berharap
Ya Rabb ….. kami debu dibawah telapak- Mu

Diujung kota tepian,minggu terakhir Sya’ban 1432.

D eb u

K a r y a : Musni Japrie

Dimalam hening sepi
Kuterawangi langit juardi dengan mata hati
Bintang gemintang berkedip mengarungi samudera
Angkasa raya tanpa bertepi
Berarak dengan jumlah tidak terhingga
Tak terengkuh dalam angan
Betapa dahsyat luasnya semesta
Betapa besar semesta
Aku sebutir pasir di hamparan gurun
Aku setitik embun di samudera luas tanpa ujung
Aku tidak punya arti apa-apa di dalam angkasa raya
Aku bagaikan debu tidak bernilai
Diatas segalanya bertahta sang pencipta
Seluruh keagungan milik-Nya
Aku terlindung dalam kebesaran nama-Nya
Aku hanya debu yang tersungkur dibawah keagungan-Nya
Allah ………. Rabb ……… yang Maha Besar dari segalanya.

Disudut kota ,Minggu ketiga Sya’ban 1432 H

D o a

O l e h : Musni Japrie

Nyanyian serangga malam meningkahi keheningan dipenghujung malam
Kuabaikan hangatnya ranjang kehangatan
Membasuh kalbu dengan ketundukan kepada Ajja wa Jalla
Larut dalam kepasrahan diri
Hanyut dalam papanya hamba didepan sang Khalik
Kutadahkan pinta kehadirat-Mu ya Rahman ya Rahim
Berilah aku lentera hati pembimbing ke jalan-Mu
Kokohkan bidukku berlayar dalam badai godaan samudera dunia
Kokohkan bidukku dari hempasan gelombang nafsu
Teguhkan jiwaku dari belaian nyanyian yang menghanyutkan
Jauhkan diriku dari belaian angin yang membisikkan kepalsuan
Tuntunlah aku menapaki jejak petunjuk-Mu
Giringlah aku dipadang sahara luas menuju oase-Mu
Siramilah aku dengan ridho-Mu dari dahaga akan rinduku kepada-Mu

Dibawah payung langit-Mu
Dibawah selimut malam-Mu
Bersama gairah fajar di ufuk timur
Tercurah harap ampunan –Mu dari segala kekotoran jiwa dan diri
Kutadahkan harap dan pinta kiranya Engkau berikan magfirah-Mu
Ditemaram senja merah tembaga aku tundukan diri
Kupanjatkan doa ; lapangkanlah perjalananku sebagai musafir
Lapangkanlah jalan menuju surga-Mu

Tepian Mahakam, awal Romadhan 1432/1 Agustus 2011