M U K A D D I M A H

M U K A D D I M A H : Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, dan meminta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan diri kami serta keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak ada yang dapat menyesatkannya. Dan Barang siapa yang Dia sesatkan , maka tak seorangpun yang mampu memberinya petunjuk.Aku bersaksi bahwa tidak ada Rabb yang berhak diibadahi melainkan Allah semata, yang tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan utusannya.

Minggu, 26 Januari 2020

KERINDUAN YANG TIDAK PERNAH PUPUS

KERINDUAN YANG TIDAK PERNAH PUPUS
by :musni Japrie
31/12/2019

Sepi merajai hari-hari
Menyusupi belantara gersang
Dedaunan mengering kerontang
Berderai disapu kelam kelabu 
Dalam bayang bayang masa lalu
Membisu dalam dekapan kenangan

Malam malam yang sepi seperti ini 
Mahligai sendu kehilangan bias cahaya
Bersendiri menyisiri malam 
Bersama nada sumbang seruling senja
Tiada canda yang menjadi kawan
Seperti dulu bercanda riang

Dia yang dipuja jauh pergi tidak terjangkau
Kupeluk bayangan hayal
Desah nafas hangatmu di sisiku
Masih hangat terasa 
Dinding dinding kamar jadi saksi bisu
Menyimpan rahasia cerita episode
Perjalanan panjang tentang kisah cinta

Kerinduan akan mentari pagi 
Dengan tetesan embun dipelataran cinta
Melintaskan kisah sepasang merpati 
Menyeruak menjadi sebuah lukisan indah
Membentangkan hamparan pelangi
Tenggelam dalam kemuning senja
Dirembang petang dalam kerinduan yang tak pernah pupus. 

Tepian mahakam,menjelang tutup tahun 2019
By :  Musni japrie

Minggu, 19 Januari 2020

HANYA TINGGAL MIMPI



KINI HANYA TINGGAL MIMPI

Sampailah perjalanan panjang kita diujung kehidupan
Tidak ada cerita yang tidak usai
Tidak ada panggung yang tidak berakhir
Layar panggung cerita cinta sudah diturunkan
Berakhirlah kisah sepasang merpati melanglang di langit biru
Tinggallah kini aku sendiri Menghayati sepi dalam sunyi
Romantika perjalanan melalui liku-liku 
Menghirup madu dari bunga-bunga kehidupan
Yang tidak selamanya semerbak
 mewangi
Langit tidak selalu membiru
Kadang ditingkahi mendung kelabu
Pagi tidak mesti bermandikan mentari
Tetapi derai gerimis membuat dingin di hati
Bahtera mengarungi samudera yang tidak selamanya terbebas dari amuknya gelombang
Namun biduk kita tidak terolengkan
oleh godaan badai
Biduk tetap melaju menuju pulau idaman
Namun sekarang tinggallah aku sendiri
Mengayuh biduk tanpa cinta
Dengan  goresan kisah terpahat di sanubari
Tentang kisah yang dulu dijalani
Kisah yang telah usai 
Tinggallah kini mimpi-mimpi indah
Tentang kisah  dua anak manusia dalam mahligai cinta

Perum Korpri Bakung Indah
Ba'da Dhuhur 25 Jumadil Awal 1441 H/ 20 Januari 2020
( Oleh : Abu Farabi al Banjari )

KAU SELALU DIHATIKU


KAU SELALU DI HATIKU
19/01/2020
Cintaku ..........
Meskipun engkau sudah Tiada
Namun kau selalu di hatiku
Karena cintaku kepadamu
Telah terpaut di dalam sukmaku
Tiada  bimbang tiada ragu
Akan setia Janji kita dulu berdua
Selalu bersemi di dalam kalbu

Cintaku.......
Meski engkau telah tiada 
Tetapi bayangan wajahmu
Selalu datang menyapa
Dalam mimpi-mimpi indah
Kubelai bayangmu meski tidak tersentuh
Aku bisikkan kata kau selalu di hatiku
Cintaku selalu bersemi dalam kalbu

Cintaku....
Pada sang rembulan diangkasa malam
Aku mengadu sepinya hati ini
Pada bintang bintang di langit kelam 
Aku senandungkan nyanyi sunyi
Pada angin malam yang dingin membelai
Aku bisikan kerinduan hati
Kasihku hanya untukmu seorang
Yang jauh dinegeri tak terjangkau
Sungguh yang ada di relung hati
Hanyalah cintaku untukmu seorang

Loa Bakung sudut kota tepian,
Ahad Pertengahan Januari 2020
( oleh  Abu Farabi Al Banjari )

Jumat, 17 Januari 2020

TINGGAL KENANGAN



Pagi cerah berhiaskan senyum mentari 
Bertaburkan butir embun di ujung dedaunan bercahaya bagaikan berlian
Pemandangan indah yang selalu kita nikmati berdua
Namun sekarang semuanya  sirna 
Indahnya pagi tidak kita nikmati lagi
Semuanya sudah Berlalu
Karena kepergianmu  dari sisiku

Hangatnya mentari ketika beranjak pelan ke angkasa
Lujuardi membiru ditingkahkan awan seputih salju berarak
Petang diufuk barat berselendangkan warna warni pelangi
Lembayung senja dijemput sapuan merah tembaga
Dulu ketika kita berdua semuanya menawan
Kini keindahan  alam di kemuning senja seakan sirnalah sudah
Yang tersisa hanyalah secercah kenangan belaka

Dulu dikala kita berdua 
Malam malam serba indah
Rembulan membiaskan cahaya tiada henti
Bintang gemintang berkelip
Malam yang tiada henti memberikan manisnya madu cinta kita
Sekarang aku hanya sendiri 
Berteman rasa sepi dalam sunyinya malam 
Kepergianmu ke negeri nun jauh
Meninggalkan kisah yang indah untuk kukenang selalu

Ujung kota, 23 Jumadil Awal 1441 H/18 Januari 2020
( Abu Farabi Al Banjari

Kamis, 16 Januari 2020

RINDU YANG TERPENDAM


RINDU TERPENDAM

Puisi untuk dia yang telah pergi

Gemuruh ombak menderu berebut pantai
Lajuardi biru berlukiskan gugusan  awan
Semua diam tanpa kata
Hanya semilir angin menyapa  ilalang
Memendam rindu tak terungkap

Dalam derai rintik bersenandung dingin
Sedingin jiwa yang bersembunyi dibalik sepi
Ingin rasanya menjeritkan rasa rindu
Rindu yang lama terpendam
Merindukan yang tiada
Merindukan yang pergi ke balik Malam
Merindukan yang tidak akan kembali

Berbisik kepada bayangan
Sampaikan salam rinduku
Kepada angin malam yang berlalu 
Dititipkan pesan rindu yang mengharu biru kalbu
Sesungguhnya di hati ini tersimpan
Seribu cinta
Meski ia telah tiada
Namun bayangannya didekap erat
Dalam malam malam sendiri ditemani sepi
Pada sunyinya malam kujeritkan rindu yang terpendam

Loa Bakung, Jum'at 22 Jumadil Awal 1441 H / 17 Januari 2020

( Musni Japrie 

AKU TIDAK BISA BERHENTI MENCINTAIMU


AkuTidak Bisa Berhenti Mencintaimu
09/01/2020
Dawai harfa cinta yang dipetik
Menggemakan irama nada-nada
romantis 
Mengembara tiada henti
bersama angin pagi
Membawa serta benih cinta
Menyentuh dan singgah disanubari Tersemai di relung hati
Menumbuhkan pucuk harapan
 Tumbuh berkembang tersiram rasa
Akarnya menghunjam ke dalam Jiwa

Sudah  berlalu ditelan waktu
Diikrarkannya janji dalam sebuah harmoni
Aku dan kau merajut benang-benang tali kasih 
Tali kasih yang mengikat kokoh
 sejuta bahagia dalam satu cinta
Berbuah nikmat tiada tara
Berdua memetik bunga dalam taman istana 
Bagaikan kupu-kupu membelai bunga mekar mewangi

Kini tinggallah dalam kenangan nostalgia
Catatan perjalanan berdua menikmati rembulan
Yang tersisa tinggallah Kerinduan
Rindu untuk menyanyi bersama
Sungguh aku tidak bisa berhenti mencitaimu

Perum Bakung Indah
Awal malam pertengahan Januari 2020

( Dirangkai oleh Abu Farabi al Banjari )

Selasa, 14 Januari 2020

HANYA KEMATIAN MEMISAHKAN KITA


Hanya Kematian Yang Memisahkan kita
14/01/2020
( Mengenang 40 hari kematian isteri tercinta )

Disetiap tidurku
Aku mimpi selalu bersamamu
Mengulang kisah cinta lama
Yang kita rasakan berdua
Menyanyikan kidung asmara
Menghirup madu kehidupan
Berdua dalam dekapan hangatnya malam
Engkau datang dalam setiap mimpiku
Serasa lepas beban rindu yang kutanggung
Ketika semilir angin malam yang dingin menyentuh
Aku tersentak dari tidur penuh mimpi indah
Pupuslah  rasa bahagia sekejap bersamamu 
Sesungguhnya hayalku berkelana
mencari bayanganmu

Cintaku dan cintamu menyatu dalam kebersamaan yang panjang melintas zaman
Di sanubari kita terparteri satu cinta 
seakan tak terpisahkan
Namun kematian yang menjemputmu  pergi 
Membawa serta cinta kita kepusaramu
Yang tertinggal di relung hatiku 
rasa duka berbalut rindu
Meski engkau telah berkalang tanah
Cintaku padamu tidak akan terhapus
Kepergianmu dari sisiku tidak memadamkan api cinta yang membara
Kematianmu hanya memisahkan batang tubuh kita
Tapi sesungguhnya kematian tidak akan memisahkan cintaku kepadamu

Menjelang Dhuhur,19 Jumadil Akhir
1441 H/15 Januari 2020 M
( Musni Japrie )