M U K A D D I M A H

M U K A D D I M A H : Sesungguhnya, segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, dan meminta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan diri kami serta keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak ada yang dapat menyesatkannya. Dan Barang siapa yang Dia sesatkan , maka tak seorangpun yang mampu memberinya petunjuk.Aku bersaksi bahwa tidak ada Rabb yang berhak diibadahi melainkan Allah semata, yang tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam adalah hamba dan utusannya.

Minggu, 25 Juli 2010

JANGAN JADIKAN RUMAHMU SEPERTI KUBURAN


Sudah menjadi fenomena umum dimana-mana sekarang ini, apalagi menjelang datangnya bulan ramadhan,orang pada berlomba-lomba dan berjejal dijalan masuk menuju lokasi kuburan kaum muslimin, demikian pula lalu lintas disekitar menuju kuburan pada macet, karena kesibukan para peziarah mendatangi kuburan para kerabat yang telah mendahuluinya. Kedatangan mereka tersebut adalah untuk berdoa serta membacakan ayat-ayat al-Qur’an yang katanya pahalanya diperuntukkan bagi penghuni kubur.

Tidak kalah pula keramaian di lokasi kuburan para orang-orang shalih dan para wali yang dikramatkan, kaum muslimin yang terdiri dari para pria dan wanita dari segala lapisan masyarakat, baik para orang-orang awam maupun para ustadz dan kiai datang dari segala penjuru meskipun harus melakukan syafar (perjalanan) jauh,hanya sekedar untuk melakukan ibadat disana,berdoa dan membaca al-Qur’an disisi kubur dan berstighosah, meskipun sudah jelas dilarang oleh syari’at islam.

Dari gambaran tersebut diatas secara nyata nampak bahwa masih banyak dari kalangan kaum muslimin dimasa kini menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, yaitu dengan berdoa dan membaca al-Qur’an dan bahkan sholat disisi kuburan ( karena menurut para ulama berdoa, membaca al-Quran termasuk bagian dari ibadah ) . Sedangkan dilain pihak masjid dan langgar kosong melompong dari kegiatan ibadah jama’ahnya, lebih-lebih lagi dengan rumah tempat kediaman mereka. Bagaimana kaum muslimin dapat meciptakan suasana sebagai banyak dikatakan orang :’ Rumahku surgaku di dunia “. Mereka sebaliknya telah menjadikan rumah tempat tinggalnya sebagai kuburan, karena kosong dan jauh dari kegiatan ibadah. Tetapi malah memilih kubur untuk b erdo’a dan membaca al-Qur’an dengan dalih untuk mendapatkan baraqah.

Seseorang yang ingin menjadikan rumahnya surga dunia, yaitu rumah yang penuh dengan kebahagian dan kenikmatan ,hendaklah dia mebedakan antara rumahnya dan kuburan dengan memperbanyak ibadah di dalamnya, karena kuburan bukan tempat yang layak untuk dilakukan ibadah.halini secara tegas dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud, Ahmad dan Tharani, dishahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullah dalamShahihul Jami : 7226 .Dari Abu Hurairah radhyallaahu ‘anhum,bahwasanya Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan, danj jangan puloa kamumenjadikaan kuburankub tempat perayaan yang selalu didatangi berulang-ulang,dan bersholawatlah kepadaku , sesungguhnya sholawatmu sampai kepadaku dimanapun kamu berada “

Di hadits lain yang diriwayatkan Hafidz Dhiya’uddin al- Maqwdisi,disahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullaah di Shahihul Jami : 3785 , dari Ali bin Husain bahwa ia melihat seseorang mendatangi ruangan di kuburan Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam,orang itu masuk kedalamnya dan berdoa, maka Ali pun melarangnya seraya berkata : “ Aku sampaikan kepadamu hadits yang aku dengan dari ayahku ( Husain bin Ali rahimahullah ), dari kakekku ( Ali bin Abi Thalib rahimahullah ) , dari Rasullullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Janganlah kamu menjadikan kuburanku tempat perayaan yang selalu didatangi secara berulang-ulang ,jangan pula kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan, dan bersholawatlah kepadaku, sesungguhnya sholawatmu sampai kepadaku di manapun kamu berada”.

Dari Zaid bin Kholid al-Juhani radhyallaahu ‘anhum, dari Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam :

“ Janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan, kerjakan shalat di dalamnya ( HR. Ahmad, lihat ash- Shahihah: 2418 )

Hadits-hadits diatas menegaskan larangan menjadikan rumah seperti kuburan disebabkan meninggalkan ibadah di rumah . Maka barang siapa tidakmenghidupkan rumahnya dengan ibadah,berarti dia telah menjadikan rumahnya seperti kuburan. Sebab sebaliknya di kuburan tidak diperkenankan atau dilarang untuk dijadikan sebagai tempat beribadah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “ Janganlah kamu meninggalkan shalat, doa dan membaca al-Qur’an di rumah sehingga rumah itu seperti kuburan. Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya agar memperbanyak ibadah dirumah dan melarang ibadah di kuburan,hal in berbeda dengan apa yang dikerjakan oleh orang-orang musyrik dari kaum nashara dan orang-orang yang menyerupai mereka dari umat ini “( Lihat Iqtidho” Shirotil Mustaqim : 2/172)

Wallaahu ta’ala ‘alam

Disadur dari majalah islami Adz-Dzakhiirah Vol.8 No. 9 Edisi 63-1431/2010 di bawah judul : Rumahku Surgaku di Dunia. Dengan penambahan dan pengurangan redaksi.
Diselesaikan pada hari Jum’ah , 11 Sya’ban 1341/23 Juli 2010,ba’da ‘ashar.
Oleh Musni Japrie al-Pasery.( http://musnijaprie-alpasery.blogspot.co/,
Diposkan oleh MUSNI JAPRIE al-PASERY di 02:16

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar